Banyak orang sudah menggunakan website untuk kepentingan
pribadi maupun umum. Website adalah salah satu tempat online untuk berbagi.
Entah karya, pengetahuan, menjual barang, identitas suatu perusahaan, berkumpulnya
suatu komunitas, dan masih banyak lagi.
Terdapat dua jenis website, yaitu website statis dan website
dinamis. Website statis adalah web yang halamannya tidak berubah sehingga harus
meng-update secara manual, sedangkan website dinamis adalah web yang selalu
dapat di-update dengan mudah oleh pengguna. Website dinamis biasa dipakai untuk
media social karena sistemnya yang
fleksibel.
Web 2.0 adalah website yang memungkinkan adanya interaksi
antara pemilik dan pengguna dengan konsep yang lebih mudah dan fleksibel. Selain
itu, ciri dari Web 2.0 adalah website yang dibuat dengan Full CSS yang membuat
website lebih mudah dan ringan diakses sehingga tidak memakan resources banyak.
Istilah Web 2.0 dipakai untuk menggambarkan
aplikasi-aplikasi Internet generasi baru yang merevolusi cara kita menggunakan
Internet. Semua aplikasi ini membawa kita masuk ke babak baru penggunaan
Internet yang berbeda dengan generasi sebelumnya pada pertengahan tahun
1990-an.
Tabel 1. Perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0
No.
|
Perbandingan
|
Web 1.0
|
Web 2.0
|
1.
|
Perilaku pengguna
|
Membaca
|
Menulis
|
2.
|
Pelaku utama
|
Perusahaan
|
Pengguna atau komunitas
|
3.
|
Hubungan dengan server
|
Client-server
|
Peer to peer
|
4.
|
Bahasa pemrograman penampil konten
|
HTML
|
XML
|
5.
|
Pola hubungan penerbit-pengguna
|
Searah
|
Dua arah atau interaktif
|
6.
|
Pengelolaan konten
|
Taksonomi atau direktori
|
Folksonomy atau penanda atau tag
|
7.
|
Penayangan berbagai kanal informasi
|
Portal
|
RSS atau sindikasi
|
8.
|
Hubungan antar pengakses
|
Tidak ada
|
Berjejaring
|
9.
|
Sumber konten
|
Penerbit atau pemilik situs
|
Pengguna
|
What is Web 2.0 karangan Tim O’Reilly –orang yang
mencetuskan kata Web 2.0- menjabarkan arti dan ciri-ciri Web 2.0 tersebut.
Ciri-ciri Web 2.0 diantaranya.
- The Web as Platform
Kelebihannya jelas. Aplikasi-aplikasi Web 2.0 ini tidak lagi
dibatasi sistem operasi seperti pada Windows, dan kita bahkan tidak perlu
menginstall apapun untuk menggunakan aplikasi-aplikasi ini.
- Harnessing Collective Intelligence
- Data is the Next Intel Inside
- End of the Software Release Cycle
- Lightweight Programming Models
- Software Above the Level of a Single Device
- Rich User Experiences
Kelebihan dari Web 2.0 adalah banyak informasi terkumpul
dengan begitu cepat karena ditulis oleh sekian banyak pengguna
Internet. Selain itu jika aplikasi Web 2.0, office misalnya, dapat
berjalan dengan lancar maka kita tidak perlu memasang aplikasi tersebut di
lokal.
Kelemahannya adalah karena sifat terbukanya. Mungkin kita
sudah menerapkan pengamanan. Namun karena kebanyakan kita menaruh data di
server gratisan maka kita tidak bisa menuntut kalau data hilang atau sistem down. Web 2.0 juga menjadikan pengguna
sangat tergantung pada Internet sehingga jika akses Internet putus pengguna
tidak mempunyai alternatif lain. Pada aplikasi yang berat membutuhkan bandwidth yang besar, mungkin pada awalnya
saja, sehingga untuk Indonesia terasa kurang cocok menggunakan aplikasi Web 2.0
yang berat-berat.
Sumber Berita:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar