Minggu, 22 November 2015

Web 2.0

Banyak orang sudah menggunakan website untuk kepentingan pribadi maupun umum. Website adalah salah satu tempat online untuk berbagi. Entah karya, pengetahuan, menjual barang, identitas suatu perusahaan, berkumpulnya suatu komunitas, dan masih banyak lagi.

Terdapat dua jenis website, yaitu website statis dan website dinamis. Website statis adalah web yang halamannya tidak berubah sehingga harus meng-update secara manual, sedangkan website dinamis adalah web yang selalu dapat di-update dengan mudah oleh pengguna. Website dinamis biasa dipakai untuk media social karena sistemnya yang fleksibel.

Web 2.0 adalah website yang memungkinkan adanya interaksi antara pemilik dan pengguna dengan konsep yang lebih mudah dan fleksibel. Selain itu, ciri dari Web 2.0 adalah website yang dibuat dengan Full CSS yang membuat website lebih mudah dan ringan diakses sehingga tidak memakan resources banyak.

Istilah Web 2.0 dipakai untuk menggambarkan aplikasi-aplikasi Internet generasi baru yang merevolusi cara kita menggunakan Internet. Semua aplikasi ini membawa kita masuk ke babak baru penggunaan Internet yang berbeda dengan generasi sebelumnya pada pertengahan tahun 1990-an.

Tabel 1. Perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0 
No.
Perbandingan
Web 1.0
Web 2.0
1.
Perilaku pengguna
Membaca
Menulis
2.
Pelaku utama
Perusahaan
Pengguna atau komunitas
3.
Hubungan dengan server
Client-server
Peer to peer
4.
Bahasa pemrograman penampil konten
HTML
XML
5.
Pola hubungan penerbit-pengguna
Searah
Dua arah atau interaktif
6.
Pengelolaan konten
Taksonomi atau direktori
Folksonomy atau penanda atau tag
7.
Penayangan berbagai kanal informasi
Portal
RSS atau sindikasi
8.
Hubungan antar pengakses
Tidak ada
Berjejaring
9.
Sumber konten
Penerbit atau pemilik situs
Pengguna

What is Web 2.0 karangan Tim O’Reilly –orang yang mencetuskan kata Web 2.0- menjabarkan arti dan ciri-ciri Web 2.0 tersebut. Ciri-ciri Web 2.0 diantaranya.
  • The Web as Platform
Aplikasi Web 2.0 menggunakan Web (atau Internet) sebagai platformnya. Platform disini adalah tempat suatu aplikasi dijalankan. Menggunakan Internet sebagai platform berarti aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan langsung di atas Internet dan bukan di atas satu sistem operasi tertentu. Contohnya adalah Google yang bisa diakses dari sistem operasi mana pun.
Kelebihannya jelas. Aplikasi-aplikasi Web 2.0 ini tidak lagi dibatasi sistem operasi seperti pada Windows, dan kita bahkan tidak perlu menginstall apapun untuk menggunakan aplikasi-aplikasi ini.
  • Harnessing Collective Intelligence
Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang unik, yaitu memanfaatkan kepandaian dari banyak orang secara kolektif. Sebagai hasilnya muncullah basis pengetahuan yang sangat besar hasil gabungan dari pengetahuan banyak orang. Contoh yang jelas adalah Wikipedia. Wikipedia adalah ensiklopedi online yang memperbolehkan semua orang untuk membuat dan mengedit artikel. Hasilnya adalah ensiklopedi online besar yang sangat lengkap artikelnya, bahkan lebih lengkap daripada ensiklopedi komersial seperti Encarta.
  • Data is the Next Intel Inside
Kekuatan aplikasi Web 2.0 terletak pada data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basis data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google, yang kekuatannya terletak pada pengumpulan dan manajemen data halaman-halaman Web di Internet. Contoh lainnya lagi adalah Amazon yang memiliki data buku yang bukan hanya lengkap, tapi juga sangat kaya dengan hal-hal seperti review, rating pengguna, link ke buku-buku lain, dan sebagainya. Ini berarti perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang menguasai data.
  • End of the Software Release Cycle
Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang berbeda dengan aplikasi pada platform “lama”, seperti Windows. Aplikasi Web 2.0 selalu di-update terus-menerus karena sifatnya yang bukan lagi produk melainkan layanan. Google misalnya, selalu di-update data dan programnya tanpa perlu menunggu waktu-waktu tertentu.
  • Lightweight Programming Models
Aplikasi Web 2.0 menggunakan teknik-teknik pemrograman yang “ringan” seperti AJAX dan RSS. Ini memudahkan orang lain untuk memakai ulang layanan suatu aplikasi Web 2.0 guna membentuk layanan baru. Contohnya adalah Google Maps yang dengan mudah dapat digunakan orang lain untuk membentuk layanan baru. Sebagai hasilnya muncullah layanan-layanan seperti HousingMaps yang menggabungkan layanan Google Maps dengan Craigslist. Layanan seperti ini, yang menggabungkan layanan dari aplikasi-aplikasi lainnya, dikenal dengan istilah mashup.
  • Software Above the Level of a Single Device
Aplikasi Web 2.0 bisa berjalan secara terintegrasi melalui berbagai device. Contohnya adalah iTunes dari Apple yang berjalan secara terintegrasi mulai dari server Internet (dalam bentuk toko musik online), ke komputer pengguna (dalam bentuk program iTunes), sampai ke mobile device (dalam bentuk iPod). Di masa depan diperkirakan akan makin banyak aplikasi-aplikasi yang memiliki sifat ini, misalnya saja demo Bill Gates di CES 2006 menunjukkan integrasi antar device yang luar biasa.
  • Rich User Experiences
Aplikasi Web 2.0 memiliki user interface yang kaya meskipun berjalan di dalam browser. Teknologi seperti AJAX memungkinkan aplikasi Internet memiliki waktu respon yang cepat dan user interface yang intuitif mirip seperti aplikasi Windows yang di-install di komputer kita. Contohnya adalah Gmail, aplikasi email dari Google yang memiliki user interface revolusioner.

Kelebihan dari Web 2.0 adalah banyak informasi terkumpul dengan begitu cepat karena ditulis oleh sekian banyak pengguna Internet. Selain itu jika aplikasi Web 2.0, office misalnya, dapat berjalan dengan lancar maka kita tidak perlu memasang aplikasi tersebut di lokal.

Kelemahannya adalah karena sifat terbukanya. Mungkin kita sudah menerapkan pengamanan. Namun karena kebanyakan kita menaruh data di server gratisan maka kita tidak bisa menuntut kalau data hilang atau sistem down. Web 2.0 juga menjadikan pengguna sangat tergantung pada Internet sehingga jika akses Internet putus pengguna tidak mempunyai alternatif lain. Pada aplikasi yang berat membutuhkan bandwidth yang besar, mungkin pada awalnya saja, sehingga untuk Indonesia terasa kurang cocok menggunakan aplikasi Web 2.0 yang berat-berat.



Sumber Berita:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar