Minggu, 22 November 2015

Ara Project

Proyek Ara adalah upaya pengembangan untuk menciptakan ekosistem hardware modular -menyaingi aplikasi mobile dalam kecepatan dan tingkat inovasi- sekitar smartphone, dengan tujuan memberikan mobile internet kepada 5 miliar orang. Dengan kata lain, proyek Ara bertujuan untuk memungkinkan pengguna untuk membuat sebuah smartphone modular yang tepat disesuaikan dengan preferensi fungsional dan estetika mereka.

Semuanya dimulai dengan endoskeleton atau "endo", struktural bingkai dan data tulang punggung perangkat. Pengguna dapat mengisi endo dengan "modul", blok bangunan yang membentuk sebagian besar fungsi telepon dan fitur. Modul dapat dengan mudah dan aman dimasukkan dan dihapus setiap saat, bahkan saat perangkat dinyalakan. Modul juga memiliki selimut yang dapat diganti pengguna atau "kerang," yang menyediakan sebuah kanvas kreatif bagi pengguna untuk membuat ponsel mereka terlihat persis seperti yang mereka inginkan. Pada akhirnya, pelanggan akan dapat membeli telepon Ara lengkap, mengkonfigurasi dari awal, atau membeli modul tambahan melalui Ara Modul Marketplace[1].

“Tantangan terbesar dari proyek ini adalah bahwa telepon seluler adalah salah satu benda yang dibuat paling terintegrasi saat ini, dan kami ingin memisahkannya menjadi potongan-potongan modular,” kata Ara Knaian, Lead Mechanical Engineering Project Ara[2].

Akan ada tiga ukuran kerangka yang berbeda: mini, medium dan jumbo. Terbuat dari aluminium, dan memiliki sirkuit jaringan, dan baterai cadangan. Tiap kerangka akan memiliki modul konektor, misalnya, ukuran medium punya 10 konektor. Modul yang bisa dibuka-tutup ini bisa dilepas tanpa harus mematikan telepon. Ukurannya juga tergolong tipis, hanya 4mm, sehingga ponsel yang sudah terakit utuh hanya berukuran sekitar 9,7mm.

Setiap modul diamankan oleh magnet jenis Elektropermanen. Selubung dari setiap modul pun dibuat dengan cara 3D-Print, jadi para konsumen dapat mendesain selubung mereka sendiri dan dapat menggantinya sesuai yang mereka inginkan. Tiap modul dijual seharga US$15 jika ingin membelinya secara terpisah[3].

Proyek ini awalnya dikepalai oleh Tim ATAP (Advanced Technology and Projects) yang dinaungi oleh Motorola Mobility saat masih menjadi bagian dari Google. Walaupun Google sudah menjual Motorola ke Lenovo, tim ini masih memegang proyek yang akan ditransfer untuk bekerja dibawah direksi divisi Android.

Google berpendapat bahwa Ara didesain untuk digunakan oleh para "enam miliar manusia", termasuk satu miliar pengguna smartphone dan sisanya para penguna ponsel biasa. Google bermaksud untuk menjual starter kit yang dimana harganya US$50 dan sudah termasuk bingkainya, layar, baterai, CPU tingkat rendah dan Wi-Fi.

Google ingin Project Ara untuk merendahkan pagar entri pembuat perangkat keras ponsel agar dapat ada "ratusan ribu pengembang" daripada hanya para beberapa dari para perusahaan besar pembuat smartphone. “Anyone will be able to build a module without requiring a license or paying a fee, dikutip dari International Business Times.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar